Thursday, January 13, 2011

kata2 mutiara para pencinta...

"Allah swt telah menyediakan rezeki bagi hamba-hamba-Nya.
Siapapun yang tidak mengetahui hikmah mengenai rezeki hariannya yang Allah berikan kepadanya, dia akan dianggap lalai."

"Cahaya spiritual yang Allah swt berikan... di jalan ini adalah Penunjuk Jalan yang menerangi Jalan menuju Kehadirat Ilahi tanpa rasa takut.�� ��

memuliakan sesuatu selain Allah swt adalah kafir."Sufi adalah orang yang telah meninggalkan dunianya, Hari Akhiratnya, dan Kehadirat Ilahi di belakang dan mereka yang hidup menyatu dengan-Nya".

"Aku tidak ingin dikenal didunia ini.... setelah Aku meninggalkannya, karena Aku tidak mengharapkan diriku mempunyai suatu eksistensi"."Kesombongan tidak pernah memasuki hati seseorang tanpa mengakibatkan penurunan derajat pikirannya setara dengan meningkatnya jumlah kesombongan dalam hatinya. "Kesulitan mungkin akan menyentuh orang-orang yang beriman, tetapi kesulitan itu tidak akan mempengaruhi orang yang berdzikir."

"Setiap orang yang berjuang di jalan Allah akan disediakan rezeki baginya. Dan itulah yang Allah katakan dalam al-Qur'AN. "Setiap kali Zakariyya masuk untuk menemui Maryam di Mihrab, dia mendapati makanan di sisinya" [3:37].

Abu Bakar ash-Shiddiq ra"Tolonglah Aku, jika Aku benar dan koreksilah Aku jika Aku salah. Orang-orang yang lemah di antara kalian harus menjadi kuat bersamaku sampai atas Kehendak Allah , haknya telah disyahkan. Orang-orang yang kuat di antara kalian harus menjadi lemah bersamaku sampai, jika Allah menghendaki, Aku akan mengambil apa yang harus dibayarnya""Patuhilah Aku selama Aku patuh kepada Allah dan Rasulullah, bila Aku tidak mematuhi Allah dan Rasulullah, jangan patuhi Aku lagi."

Tidak ada pembicaraan yang baik, jika tidak diarahkan untuk memperoleh ridha Allah swt""Tidak ada manfaat dari uang jika tidak dibelanjakan di jalan Allah.

Tidak ada kebaikan dalam diri seseorang jika kebodohannya mengalahkan kesabarannya. Dan jika seseorang tertarik dengan pesona dunianya yang rendah, Allah tidak akan ridha kepadanya selama dia masih menyimpan hal itu dalam hatinya.""Kita menemukan kedermawanan dalam Taqwa (kesadaran akan Allah), kekayaan dalam Yaqin (kepastian), dan kemuliaan dalam kerendahan hati.�� ��

Waspadalah terhadap kebanggan sebab kalian akan kembali ke tanah dan tubuhmu akan dimakan oleh cacing.""Ketika beliau dipuji oleh orang-orang, beliau akan berdo��a kepada Allah dan berkata, ��Ya Allah, Engkau mengenalku lebih baik dari diriku sendiri, dan Aku lebih mengenal diriku daripada orang-orang yang memujiku.

Jadikanlah Aku lebih baik daripada yang dipikirkan oleh orang-orang ini mengenai diriku, maafkanlah dosa-dosaku yang tidak mereka ketahui, dan janganlah jadikan Aku bertanggung jawab atas apa yang mereka katakan.""Jika kalian mengharapkan berkah Allah , berbuatlah baik terhadap hamba-hamba-Nya.""Suatu hari beliau memanggil "Umar ra dan menasihatinya sampai "Umar menangis. Abu Bakar berkata kepadanya,��Jika engkau memegang nasihatku, engkau akan selamat, dan nasihatku adalah � "Harapkan kematian selalu dan hidup sesuai dengannya"."Mahasuci Allah yang tidak memberi hamba-hamba-Nya jalan untuk mendapat pengetahuan mengenai-Nya kecuali dengan jalan ketidak berdayaan mereka dan tidak ada harapan untuk meraih pencapaian itu".Ala'uddin al-Bukhari al-Attar"Dalam keadaan depresi, engkau harus banyak beristighfar (memohon ampunan Allah), dan dalam keadaan bergembira, harus banyak bersyukur kepada Allah swt����Sebagai pertimbangan kedua keadaan ini, kontraksi (menciut) dan ekspansi (mengembang), adalah arti dari wuquf zamani"."Dikatakan bahwa para pencari dalam pengetahuan eksternal harus memegang teguh Tali Allah , sedangkan para pencari pengetahuan internal harus terikat kuat kepada Allah".Tingkat Kefanaan"Ketika Allah membuatmu lupa akan kekuatan duniawi maupun Kerajaan Surgawi, itu adalah Kefanaan yang Mutlak. Dan Jika Dia membuatmu lupa akan Kefanaan yang Mutlak itu, itu adalah Inti dari Kefanaan yang Mutlak."Perilaku yang Benar"Kalian harus berada pada tingkat yang sesuai dengan orang-orang disekitarmu dan menyembunyikan keadaanmu yang sebenarnya dari mereka, karena Rasulullah bersabda, ��Aku telah diperintahkan untuk berbicara kepada orang-orang sesuai dengan apa yang bisa dimengerti oleh hati mereka.""Waspadalah dalam menyakiti hari para Sufi. Jika engkau menginginkan persahabatan denagn mereka, pertama kalian harus belajar bagaimana bertingkah laku di hadapan mereka. Kalau tidak kalian akan menyakiti diri sendiri, karena jalan mereka adalah jalan yang paling lembut. Disebutkan bahwa, ��Tidak ada tempat di Jalan Kami bagi orang-orang yang tidak mempunyai perilaku yang baik.""Jika kalian berpikir bahwa kalian telah berperilaku baik berarti engkau salah, karena memandang dirimu baik adalah suatu kesombongan."Mengenai Ziarah Kubur"Manfaat yang dapat dipetik dari ziarah ke makam Syaikh kalian tergantung dari pengetahuanmu tentang mereka.�� "Berada di dekat makam orang-orang yang shaleh mempunyai pengaruh yang baik terhadap dirimu, walaupun lebih baik untuk mengarahkan dirimu kepada jiwa mereka dan hal itu bisa membawa pengaruh spiritual yang tinggi".Rasulullah saw bersabda, : "Kirimkanlah do��a kepadaku di mana pun engkau berada.�� Ini menunjukkan bahwa kalian dapat mencapai Rasulullah saw di mana pun kalian berada, dan itu juga berlaku untuk semua Walinya, karena mereka mendapat kekuatan dari Rasulullah saw""Adab, atau perilaku yang benar dalam berziarah adalah dengan mengarahkan dirimu kepada Allah dan membuat jiwa-jiwa ini sebagai jalanmu (wasilah) menuju Allah, merendahkan hatimu kepada Ciptaan-Nya"" Kalian merendahkan hati secara eksternal kepada mereka dan secara internal kepada Allah. Menunduk di hadapan orang lain tidak diizinkan kecuali kalian memandang mereka sebagai perwujudan Tuhan. Dengan demikian kerendahan hati itu tidak diarahkan kepada mereka, tetapi diarahkan kepada Tuhan yang tampak dalam diri mereka, dan itulah Tuhan."Wa min Allah at Tawfiq

Sunday, January 9, 2011

Mati itu pasti

Mati itu pasti

Benarlah manusia itu
Lidah mudah katakan ini dan itu
Cuma hati yang tidak mahu
Lebih rela mengikut nafsu
Yang sesatnya sudah tentu


peraturan itu bukan menyekat
Hukum itu bukan menghalang
Dicipta untuk melindungi
Diberitahu untuk difahami
Difahami dan dituruti!!
Kerana diri hanya HAMBA HINA
Tersangat HINA di sisiNya
Jika terus diselubungi dosa
Jika terus keras hati dan keras kepala
Jika terus dengan sombong berkata
Kau tidak faham kerana ini hidup aku dan hanya aku yang melaluinya!!

Tetapi kau lupa wahai diri
Hidupnya dirimu kerana SIAPA?
Hidupnya dirimu daripada MANA?
Hidupnya dirimu sampai BILA?
Aku memberitahu bukan kerana aku terbaik
Aku menegur bukan kerana aku sempurna
Aku juga hambaNya yang hina
Kerana kita semua sama disisiNya
Kecuali mereka yang beriman dan bertaqwa
Tingkatan Iman dan Taqwa itu
Ya!
Tingkatan itu yang membezakan kita

Jadi kau mendakwa dirimu hebat dan lebih tinggi tingkat Iman dan Taqwamu berbanding diriku??
Kerana itu kau berani menempelak dan menghukumku kerana aku dilihat seperti tidak beragama??

Tidak!
Aku tidak hebat
Aku bukan menghukum
Aku juga bukan menempelak
Tetapi aku hanya hamba
Hamba Tuan Punya Dunia
Yang dikurniakan kudrat
Nikmat anggota, nikmat rasa,
Aku hanya menyampaikan
Buat mereka yang mahu mendengar
Aku hanya memberitahu
Buat mereka yang mahu memahami
Aku hanya meluahkan rasa
Buat mereka yang mahu berkongsi sama
Kerana hidayah itu milik Allah
Aku juga pendamba hidayah Allah
Kerana kau dan aku hamba
Kerana kita sama!!

Tetapi anggaplah Allah yang menegurmu melaluiku
Anggaplah Allah yang ingin menempelakmu melaluiku
Anggaplah Allah yang ingin menyedarkanmu melaluiku
Kerana setiap kita dibawah pengawasanNya
Dan pasti,

AKU BUKAN TERBAIK
tetapi sekadar berusaha menjadi hambaNya yang baik

Saturday, January 8, 2011

Sejak aku didunia ini, aku......



Sejak aku didunia ini, aku...

Leka dengan dunia kepalsuan,
Leka bermain dengan kematian,
Leka kejar mengejar karun kerugian,
Leka bersama manusia bukan insan

Sejak aku didunia ini, aku...

Kecewa dengan kejadian ciptaan,
Kecewa dengan ketentuan,
Kecewa dengan keredhaan,
Kecewa dengan hak kemanusiaan

Sejak aku didunia ini, aku...

Sedih meratapi kejayaan,
Sedih meratapi kekurangan,
Sedih meratapi suapan,
Sedih meratapi segala kurniaan

Sejak aku didunia ini, aku...

Pernahkah mencari nur kesetiaan,
Pernahkah meruntun kesalahan,
Pernahkah kembali ke jalan kebenaran,
Pernahkan insaf dengan kelekaan

Ampunilah segala kealpaan,
Maafilah kesalahan,
Moga aku berjalan diatas jalan kebenaran...

Tuesday, January 4, 2011

Jagalah hatimu padaNya



.: Jagalah hatimu padaNya :.


Alhamdulillah..Ya Allah...kau masih memberiku ruang untuk bernafas.

Dalam keadaan cintaku padamu masih tidak sempurna, kau tetap memberikan rahmatmu padaku..
maha pengasih dan maha penyayang engkau Ya Allah...Hinanya aku yang tercari-cari cinta duniawi...

Jatuh cinta itu anugerah Allah..tidak kita pinta ia datang tapi ianya bergantung bagaimana kita mengawal perasaan kita, adakah melebihi kasih sayang pada Allah..dan adakah kita melupakan kasih Allah setelah kita merasakan kita sudah menemui cinta sejati...tidak sedarkah kita bahawa cinta yang kita katakan sejati itu juga datangnya dari Allah..Allah yang mengizinkan semua itu berlaku..dan sebenarnya Allah nak uji adakah kita masih tetap akan teguh mendamba cintaNya tatkala dilanda musibah mahupun di anugerahkan kurniaan terindah..kurniaan terindah juga satu ujian...sebelum Allah kurniakan kita cinta yang sejati kekal hingga ke syurga, pasti dia akan uji dahulu dengan cinta yang lainnya...bila kita berjaya melepasi setiap ujian..dan InsyaAllah bila tiba masanya pasti akan kita temui jua ketetapan jodoh yang terbaik yang Allah sediakan untuk kita.Hanya Allah yang mengetahui mengenainya, jadi janganlah kita mengabaikan cinta suci Allah yang agung itu.

tanpa berlengah mari kita hayati sedikit kata-kata yang ana dapat dari mesej seorang sahabat.

"Perempuan yang suci adalah perempuan yang dijaga oleh Allah,
tidak sedikit pun ALLAH membenarkan mana-mana lelaki menyentuh dirinya walaupun hatinya...
kerana ALLAH teramat mencintainya...
tetapi andai kita bergelumang dengan cinta lelaki,
Dimana ALLAH untuk menjaga kita?
ALLAH seperti melepaskan kita kepada seorang manusia yang lebih banyak mengecewakan kita"
"Jika ALLAH datangkan kesedaran dalam diri supaya meninggalkan cinta seorang lelaki, bermakna ALLAH mahu ambil kita kembali untuk dijagaNYa. Mengapa masih ragu-ragu?"
"kekuatan usah ditunggu tetapi harus dicari"
Hargailah diatas kesempatan yang ALLAH berikan..
"sebesar-besar dosa adalah dosa yang dilakukan ketika kita rasa berdosa melakukannya"
_Imam Al-Ghazali_

Khulasohnya disini..marilah kita sama-sama menjadi seorang hamba yang bertaqwa kepadanya..seorang mensyukuri nikmatnya..biltaufiq wannajah fiddunya wal akhirah.. wassalam.

Monday, January 3, 2011

Menanti Belahan Jiwa

Kegelisahan, kedukaan dan air mata adalah sebahagian daripada sketsa hidup dan kehidupan kita sekalian hamba di dunia ini. Titisan air mata yang bermuara dari hati dan berselaputkan kegelisahan jiwa terkadang memilukan hingga mencipta keresahan dan kebimbangan. Kedukaan kerana kerinduan yang teramat sangat dalamnya menyebabkan kepedihan yang menyesakkan ruang dada. Jiwa yang rapuh pun mengadu, berkeluh-kesah pada alam serta isinya, bertanya di manakah pasangan jiwa berada. Lalu hati mencipta serpihan kegelisahan, bagai anak kecil yang kehilangan ibunya.

Keinginan bertemu pasangan jiwa, bukankah itu sebuah fitrah seorang hamba? Semua itu hadir tanpa disedari sebelumnya hingga tanpa sedar telah menjadi sebahagian hidup yang tidak boleh dipisahkan lagi. Letih... Sungguh letih jiwa raga. Sendiri mengayuh biduk kecil dengan rasa hampa tanpa tahu adakah belahan jiwa di luar sana? Alahai... kehidupan manusia bukan hanya untuk dunia fana ini sahaja kerana masih ada akhirat yang kekal abadi. Memang, setiap manusia telah diciptakan berpasangan, namun tak hanya dibatasi oleh dunia fana ini sahaja. Seseorang yang belum menemui pasangan jiwanya, Insyaallah akan dipertemukan suatu hari nanti.

Keresahan dan kegelisahan janganlah sampai mengubah pandangan kepada Pemilik Cinta. Berserahlah kepada Maha Pemurah. Kembalikan segala urusan hanya kepadanya, kerana Dia Maha Memberi dan Maha Pengasih. Ikhtiar, munajat serta untaian doa tiada habis-habisnya dicurahkan kepada Pemilik Hati. Tak usah membandingkan diri dengan orang lain kerana Dia pasti memberikan yang terbaik untuk setiap hamba-Nya, meskipun adakalanya kita sekalian hamba tidak menyedarinya.

Usahlah dirimu bersedih lalu menangis di penghujung malam kerana tak kunjung usai memikirkan siapa kiranya pasangan jiwa. Menangislah kerana air mata permohonan kepada-Nya di setiap sujud dan keheningan pekat malam. Jadikan hidup ini penuh dengan harapan yang baik kepada Pemilik Jiwa. Bersiap menghadapi putaran waktu hingga setiap gerak langkah serta helaan nafas bernilai ibadah kepada Maha Pencipta. Bukankah kalau sudah saatnya tiba, jodoh tidak akan lari ke mana kerana sejak roh telah menyatu dengan jasad, siapa belahan jiwamu telah tersurat.

Sabarlah, bukankah mentari akan selalu menghiasi pagi dan malam senantiasa indah dengan sinar lembut rembulan dipagar bintang. Senyum dan hapuskanlah air matamu serta hilangkanlah lara di jiwa. Terimalah semua sebagai sebahagian kembara kehidupan yang akan menemui rahsia di sebalik titian kehidupan yang kau jalani. Hingga, kelak kau akan rasakan tidak ada lagi riak kegelisahan dan keresahan saat bersendirian.

Sunday, January 2, 2011

Hakikat Persahabatan antara LELAKI Dan WANITA........

Firman Allah : “Dan berilah peringatan, kerana peringatan itu amat bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.”

Persahabatan Jejaka dan Wanita (“Kalaulah dia menjadi pendamping dalam hidupku”)



Sahabat mempunyai kedudukan yang begitu khusus dalam hati seseorang. Apa masalahnya apabila seseorang itu bersahabat dengan lawan jenisnya? Bolehkah kita bersahabat dengan jejaka atau sebaliknya.



Apabila berlaku persahabatan antara lelaki dan wanita sesungguhnya tidak akan ada jaminan hubungan ini benar-benar tulus dan murni. Sekurang-kurangnya, pasti ada harapan dan rasa memiliki. Tidak kira pada si jejaka atau wanita atau kedua-duanya sekali.Mesti ada kemungkinan walaupun pada kadar yang sedikit.



Hubungan seumpama ini mempunyai batas atau dinding yang teramat nipis. Terlalu sukar dan rumit untuk membezakan adakah hubungan ini benar-benar sekadar persahabatan atau sudah mula menjurus kepada saling mencintai yang mengharapkan wujudnya hubungan hati dan fizikal. Suatu yang amat sukar dihindari untuk suka yang lebih dari sekadar sahabat.



Maka mulalah si jejaka atau wanita itu mengangan-angankan “Kalaulah dia menjadi pendamping dalam hidupku”. Ketika itu sesungguhnya “tazyin syaitan” telah berjaya memainkan peranannya. Bisikan indah dari musuh utama dan pertama (syaitan) telah merempuh masuk ke dalam hati yang telah sedia ada dalam keadaan lemah dan longgar pertahanannya.

Berhentikan Proses Seterusnya!!! (Saling rindu-merindui...)



Oleh itu, para muslimin dan muslimat yang dihormati, jika perkenalan kita sudah berubah menjadi simpati segeralah disusuli dengan pernikahan jika mahu proses persahabatan berlanjutan. Inilah persahabatan yang ideal. Manakala persahabatan di luar akad pernikahan bukanlah persahabatan ala sahabat (Rasullulah SAW).



Sebagaimana yang terjadi antara Ali dan Fatimah. Setelah pernikahan antara Ali dan Fatimah, maka Fatimah pun berterus terang kepada Ali.



“Wahai Ali, sebelum aku bernikah dengan engkau di kota Mekah ini, ada seorang pemuda yang menjadi idola di hatiku. Aku sangat inginkan kelak ia menjadi suamiku. Tapi semua itu aku simpan di dalam hatiku”, Kata Fatimah.



“Kalau begitu engkau menyesal menikahi aku?”, tanya Ali.



“Tidak kerana pemuda itu adalah engkau”, Jawab Fatimah.



Oleh itu, di dalam Islam kita dibenarkan menilai dan menyukai pemuda yang soleh namun ia tidak diluahkan dan memadai disimpan di dalam hati. Sesungguhnya cinta itu boleh “menghinggapi sesiapa sahaja” termasuk orang yang beriman atau para pendakwah. Apabila batas-batas pergaulan dan percampuran antara lelaki dan perempuan dilanggar, proses persahabatan sebegini akan terus bergulir dan tak mungkin dihindari. Oleh itu tidak mustahil jika para pendakwah lelaki dan perempuan juga turut terjebak untuk saling rindu-merindui....



Sudah terlanjur digosipkan...

Pengendalian diri ketika percampuran antara lelaki dan perempuan adalah sesuatu yang abstrak. Kita tidak mampu mengukurnya. Hanya Allah sahaja yang Maha Mengetahui. Adakalanya, kita berjauhan dari segi fizikal tetapi hati “berdegup” hebat. Ada juga yang fizikalnya berdekatan tetapi hatinya biasa sahaja. Namun ini bukan bermakna kita dibolehkan untuk bergaul bebas.



Bagaimana pula jika sudah terlanjur digosipkan, daripada fitnah, baik nikah sahaja. Inilah salah satu kesilapan besar. Ia bukanlah keputusan bijak. Tindakan yang diambil dengan menikahi rakan tersebut akan membenarkan sangkaan dan tohmahan orang selama ini. Tindakan sewajarnya yang mesti diambil adalah segera hentikan hubungan tersebut.



Jauhilah fitnah dengan mengendalikan hati, namun ketika hati tak terkendalikan jagalah jarak fizikal. Hindarilah perkara-perkara yang mengundang fitnah seperti memberikan hadiah, sering berdua-duaan, sering telefon dan seumpamanya. (zaman teknologi kini, melalui SMS)



Jangan Terperangkap

Hati manusia memang mudah berubah. Pagi kata benci petang pula kata rindu. Sesungguhnya hati merupakan penjana yang paling penting. Ia merupakan kunci segala-galanya. Hati mestilah dikendalikan dengan sebaik-baiknya. Manakala pandangan pula titik langkah awal yang amat perlu diawasi kerana dari ‘mata jatuh ke hati’.



Sebagaimana yang berlaku pada Ibnu Abbas, ketika menunaikan haji tergoda melihat seorang wanita, maka spontan Nabi SAW menegur dan memalingkan pandangannya dari wanita tersebut.



Lalu bersabda : “Jangan kau ikuti pandangan itu dengan pandangan yang lain.”



Ketika inilah peranan iman yang kuat serta aktiviti “tazkiyatun nafs” (penyuciaan jiwa) perlu dimainkan. Di saat iman sedang merudum, sebaik-baiknya, minimakanlah aktiviti yang melibatkan lawan jenis. Walaupun dalam aktiviti keislaman, yang perlu dijaga adalah diri dan keimanan bukan sekadar jarak sehingga tidak berkomunikasi. Ingatlah, jangan sekali-kali ketika mengibarkan bendera kegiatan Islam dalam masa yang sama menjatuhkan Islam.



Sesungguhnya Allah itu Maha Mengetahui kelemahan insan. Lalu Dia telah mengingatkan orang-orang yang beriman serta umat Islam seluruhnya agar menjaga pandangan dengan firman Nya:



“Katakanlah kepada orang-orang beriman lelaki, supaya mereka menundukkan pandangan dan menjaga kehormatannya. Itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa-apa yang mereka usahakan. Katakanlah kepada orang-orang beriman perempuan, supaya mereka menundukkan pandangan dan menjaga kehormatannya dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasannya kecuali apa yang biasa lahir daripadanya...”

[QS. An-Nuur: 31-32]



Mencegah itu lebih baik daripada mengubati. Jagalah batas-batas pergaulan agar tidak terlanjur memendam rasa. Berusahalah membataskan komunikasi dengan urusan-urusan yang penting, jangan sekali mencari alasan dan agenda untuk bertemu. Jangan sekali membuat agenda baru agar dapat berinteraksi kembali. Sesungguhnya jika ini tidak dapat dikawal ia merupakan permulaan tidak berdisiplinnya kita dalam mengamalkan Islam.



10 tips dalam persahabatan



Setiap orang dianugerahi Allah dengan kelebihan, kebaikan dan keindahan masing-masing. Begitu juga dengan kekurangan, keburukan dan kelemahan masing-masing.



Begitulah sunnatullah. Begitu indah sekali aturan-Nya. Betapa adilnya Dia, menciptakan setiap benda secara seimbang.

Begitu juga halnya dalam persahabatan. Setiap sahabat mempunyai keistimewaan yang telah ditetap Allah sejak azali lagi. Ada sahabat yang kasar, tetapi lembut hatinya, ada sahabat yang nakal, tetapi suka mengambil berat, ada sahabat yang garang, tetapi sebenarnya adalah penyayang dan pelbagai lagi. Macam-macam corak sahabat yang kita boleh dapati setelah bersahabat dengan seseorang.



Setelah menimba pengalaman bersahabat dengan ramai orang, saya ingin membuat kesimpulan mengenai 10 ‘K’ yang perlu dalam sesebuah persahabatan.



“Friendship is an onion. It has many layers in it. Adds taste to your life, but if you try to cut it you will get nothing but tears!”



10 K dalam PERSAHABATAN



* KECINTAAN.

merupakan elemen yang paling penting sekali dalam sesebuah persahabatan. Ikatan sesebuah persahabatan akan mudah rapuh jika tiadanya kecintaan antara dua insan yang disandarkan kepada Si Pemilik cinta itu sendiri. Sebab itu, kadang-kadang perlunya kita meluahkan rasa cinta kita terhadap sahabat kita dengan mengungkap, “uhibbuka/i fillah” (bagi sahabat-sahabat yang sama jantina sahaja) agar mereka tahu betapa cintanya kita terhadap mereka, kerana Allah (insyaAllah).



* KASIH SAYANG

lebih kurang sama sahaja maksudnya dengan kecintaan. Namun, setelah kita mencintai sahabat kita, perlunya kita curahkan segala kasih sayang kita terhadap mereka. Tetapi, kadangkala kasih sayang tidak perlu dipamerkan secara luaran. Cukuplah sekadar kita mendoakan untuk sahabat-sahabat kita, insyaAllah, itu sudah cukup membuktikan betapa sayangnya kita terhadap mereka.



* KEIKHLASAN

dapat menjamin sesebuah persahabatan mendapat keberkatan dan rahmat daripada Illahi. Tidak ikhlas ketika bersahabat dengan seseorang akan mengundang permusuhan antara sahabat. Bersahabatlah dengan seseorang kerana keluhuran hati budinya, bukan kerana rupa, pangkat atau harta yang dimilikinya.



* KESETIAAN

terhadap seseorang sahabat mampu memanjangkan tali persahabatan walaupun jarang bertemu. Apabila kita setia terhadap kita, kita akan diingati oleh mereka sehingga akhir hayat mereka, kerana tidak kira susah atau senang, kita setia berada di sisinya memberi sokongan, insyaAllah.



* KEBERANIAN

dalam berkata benar. Dalam persahabatan juga, kita hendaklah berani apabila ingin mengatakan sesuatu. Lebih-lebih lagi jika kita telah melakukan sesuatu yang menyakiti hatinya, kita kena berani mengaku padanya atas kesilapan yang dilakukan. Selain itu, berani juga dalam menasihati sahabat kita. kerana sebagai sahabat, kita mesti mahukan yang terbaik untuk mereka kan?



* KEJUJURAN

juga perlu dalam persahabatan. Jangan sesekali menipu atau menyembunyikan apa-apa daripada pengetahuan sahabat kita. Mereka juga perlu tahu apa yang kita lalui dalam kehidupan kita. Jangan berahsia, melainkan pada perkara yang benar-benar perlu dirahsiakan (hehehe).



* KEMAAFAN.

Sekiranya sahabat kita pernah melakukan sebarang kesilapan, bersedialah untuk memaafkannya, tidak kira sebesar manapun kesalahan mereka terhadap kita kerana sahabat yang baik adalah sahabat yang bersedia untuk memaafkan sahabatnya. Jika kita yang bersalah, janganlah malu untuk meminta maaf daripada mereka kerana orang yang dahulu meminta maaf adalah orang yang hebat.



* KESEDIHAN.

Apabila kita sedar bahawa sahabat kita sedang bersedih, maka, ikutlah sedih bersama-sama dengan mereka. Tawarkanlah bahu kita untuk dijadikan tadahan air mata mereka. Kerana tiada siapa yang akan mereka cari selain kita sahabat mereka.



* KEGEMBIRAAN.

Begitu juga dengan kegembiraan. Jika kita gembira, maka marilah berkongsi kegembiraan itu bersama sahabat-sahabat tercinta. Tidak mahukah kita bergelak tawa dengan mereka? Tidak mahukah kita melihat ukiran-ukiran senyuman indah di raut wajah mereka? Kegembiraan kita, kegembiraan mereka jua.



* KESERASIAN

di sini bukanlah bermaksud, “Kau cantik, aku mesti cantik,” “Kau kaya, aku pun kena kaya”. Tidak sama sekali. Sememangnya manusia dijadikan oleh Allah berbeza-beza, namun, dalam persahabatan keserasian dapat diwujudkan apabila terbinanya persefahaman antara dua pihak. Apabila ada persefahaman, barulah hubungan kita dengan sahabat kita akan menjadi lebih baik dan akan berkurangnya pergaduhan disebabkan salah faham (hehehe).



Alhamdulillah, itulah dia 10 K yang dapat saya simpulkan mengenai persahabatan.